Monday, July 10, 2017

Filosofi Sepasang Sepatu

1. Bentuknya tidak persis sama, namun serasi.

2. Saat berjalan tak pernah kompak, tapi tujuannya sama.

3. Tak pernah ganti posisi, namun saling melengkapi.

4. Tak pernah ganti pasangan walau sudah usang dan dimakan usia.

5. Sederajat, tidak ada yang marasa lebih tinggi atau lebih rendah.

6. Bila yang satu hilang, yang lain tidak memiliki arti.

7. Tidak pernah saling injak ataupun saling tendang.

8. Walau tidak pernah jalan bergandengan selalu 1 di depan yang lain di belakang, tapi juga tidak pernah tinggalkan satu sama yang lainnya.

9. Saat santai & istirahat selalu bersama berdampingan.

SEPATU = SEjalan samPAi  TUa


Sepasang SEPATU bisa menjadi contoh terbaik bagi pasangan suami-istri.

Saturday, July 08, 2017

TNI dan Pengemis

TNI: Pak, cape ya abis ngemis? Laper ya pak...?

Pengemis: Biasa aja tuh, hari ini saya udh makan 3x koq...

TNI: Loh...? uangnya cuman buat makan bapak doank? Anak dan istri di rumah makan apa?

Pengemis: Kayak orang susah aja..! Tadi pagi saya sekeluarga habis ngerayain ultah anak saya yang kelima di Mc. Donald bareng Guru2 & teman-teman sekolahnya. Siang ini istri dan anak saya barusan BBM saya, mereka lagi makan di Pizza HUT tau!

TNI: (sampai kebingungan dan berkata) Emang bapak ngemis 1 hari  dapet berapa duit...?

Pengemis: Nih ya... Saya kasih tau...!

Saya ngemis dari jam 07.00 - 17.00

Lampu merah atau hijau waktunya 60 detik. Setiap 60 detik paling nggak saya bisa dapet 2.000 perak.

1 jam = 60 kali lampu merah/hijau

60 x 2.000 = 120.000 /jam

1 hari saya kerja 10 jam, 1 jam buat istirahat jadi 9 jam.

9 jam x 120.000 = 1.080.000/hari.

1 bulan saya kerja 26 hari.

26 hari x 1.080.000 total 1 bulan dapetnya rata-rata 28.080.000, kadang bisa dapet 30 juta lebih.

TNI: sampai kaget dan bengong mendengar cerita pengemis itu...?

Pengemis: (berkata) Emang mas jadi TNI, gaji per bulannya berapa...?

TNI: Rp 3.500.000 + Remun Rp. 1.800.000 total Rp. 5.300.000

Pengemis: Ijazah .....?

TNI: S1 + DIK MIL

Pengemis : Saya jadi prihatin dech lihat penderitaan Mas...! Pasti abis banyak duit ya mas buat Sekolah...?? Blom lagi kerja kena marah ama atasan, kepala mas isinya pasti penuh soal kerjaan mulu. Mending mas ngemis aja, biar kaya seperti saya. Saya ngemis udah 20 tahun, udah punya 2 mobil, Kartu Kredit Platinum, punya Apartemen, rumah di kawasan elite cluster.

TNI: ???!!!

Sebarkan tulisan ini, dipikir lagi kalau mau kasih uang ke pengemis karena akan membudayakan malas bekerja dan hina.

Mari kita kampanyekan ke masyarakat "STOP Memberi Uang Dijalan dan Lampu Merah" mulai hari ini...!!!

Jika ingin memberi sedekah mending masukkan Kotak Amal atau Panti Asuhan / Rumah Jompo.

Tulisan ini pastinya akan dibaca juga sama pengemis karena mereka sudah pada punya WA, FB, Line/BB/Path/iPhone...

Dilarang Sombong

Lahir: ditolong oleh Orang lain

Nama: diberi oleh Orang lain

Pendidikan: didapat dari Orang lain

Gaji: diterima dari Orang lain

Kehormatan: diberikan oleh Orang lain

Mandi pertama: dilakukan oleh Orang lain.

Mandi terakhir: dilakukan oleh Orang lain

Harta setelah meninggal: menjadi hak Orang lain

Pemakaman: dilakukan oleh Orang lain

Ternyata sejak lahir hingga meninggal kita selalu membutuhkan Orang Lain.

Kita mulai sadar bahwa hidup ini membutuhkan orang lain: DIMANA KEHEBATAN KITA

Ternyata, kita bukanlah siapa-siapa tanpa "ORANG LAIN".

Bersahabatlah dengan semua orang karena kita tidak tahu kapan kita membutuhkan bantuan mereka...

Saturday, September 03, 2016

Sawang Sinawang

  • Aku melihat hidup orang lain begitu nikmat,
    Ternyata ia hanya menutupi kekurangannya tanpa berkeluh kesah...
  • Aku melihat hidup teman-temanku tak ada duka dan kepedihan,
    Ternyata ia hanya pandai menutupi dengan mensyukuri...
  • Aku melihat hidup saudaraku tenang tanpa ujian,
    Ternyata ia begitu menikmati badai ujian dalam kehidupannya...
  • Aku melihat hidup sahabatku begitu sempurna,
    Ternyata ia hanya berbahagia "menjadi apa adanya"...
  • Aku melihat hidup tetanggaku beruntung,
    Ternyata ia selalu tunduk pada Allah untuk bergantung...
  • Maka aku merasa tidak perlu iri hati dengan rejeki orang lain...
    Mungkin aku tak tahu dimana rejekiku..
    Tapi rejekiku tahu dimana diriku...
  • Dari lautan biru, bumi dan gunung, Tuhan telah memerintahkannya menuju kepadaku...
  • Tuhan yang Maha pengasih menjamin rejekiku, sejak 9 bulan 10 hari aku dalam kandungan ibuku...
  • Amatlah keliru bila berkeyakinan rejeki dimaknai dari hasil bekerja... Karena bekerja adalah ibadah, sedang rejeki itu urusan-Nya...
  • Melalaikan kebenaran demi menghawatirkan apa yang dijamin-Nya, adalah kekeliruan berganda...
  • Manusia membanting tulang, demi angka simpanan gaji, yang mungkin esok akan ditinggal mati...
  • Mereka lupa bahwa hakekat rejeki bukan apa yang tertulis dalam angka, tapi apa yang telah dinikmatinya...
  • Rejeki tak selalu terletak pada pekerjaan kita, sang Pencipta menaruh berkat sekehendak-Nya...
    Ikhtiar itu perbuatan...
    Rejeki itu kejutan...
  • Dan yang tidak boleh dilupakan, tiap hakekat rejeki akan ditanya kelak...
    "Darimana dan digunakan untuk apa" Karena rejeki hanyalah "Hak Pakai", bukan "Hak Milik"... 

Wednesday, March 02, 2016

6 Rules of Success by Arnold Schwarzenegger

1. Trust yourself
Many young people are getting so much advice from their parents and from their teachers and from everyone. But what is most important is that you have to dig deep down, dig deep down and ask yourselves, who do you want to be? Not what, but who. Figure out for yourselves what makes you happy, no matter how crazy it may sound to other people.
2. Break the Rules
Break the rules, not the law, but break the rules. It is impossible to be a maverick or a true original if you’re too well behaved and don’t want to break the rules. You have to think outside the box. That’s what I believe. After all, what is the point of being on this earth if all you want to do is be liked by everyone and avoid trouble?
3. Don’t Be Afraid to Fail
Anything I’ve ever attempted, I was always willing to fail. So you can’t always win, but don’t afraid of making decisions. You can’t be paralyzed by fear of failure or you will never push yourself. You keep pushing because you believe in yourself and in your vision and you know that it is the right thing to do, and success will come. So don’t be afraid to fail.
4. Don’t Listen to the Naysayers
How many times have you heard that you can’t do this and you can’t do that and it’s never been done before? I love it when someone says that no one has ever done this before, because then when I do it that means that I’m the first one that has done it. So pay no attention to the people that say it can’t be done. I never listen to, “You can’t.” (Applause) I always listen to myself and say, “Yes, you can.”
5. Work Your Butt Off
You never want to fail because you didn’t work hard enough. Mohammed Ali, one of my great heroes, had a great line in the ’70s when he was asked, “How many sit-ups do you do?” He said, “I don’t count my sit-ups. I only start counting when it starts hurting. When I feel pain, that’s when I start counting, because that’s when it really counts.” That’s what makes you a champion. No pain, no gain.
But when you’re out there partying, horsing around, someone out there at the same time is working hard. Someone is getting smarter and someone is winning. Just remember that. Now, if you want to coast through life, don’t pay attention to any of those rules. But if you want to win, there is absolutely no way around hard, hard work. Just remember, you can’t climb the ladder of success with your hands in your pockets.
6. Give Back
Whatever path that you take in your lives, you must always find time to give something back, something back to your community, give something back to your state or to your country.
Remember these 6 rules. Trust yourself, break some rules, don’t be afraid to fail, ingore the naysayers, work like hell, and give something back.
Arnold Schwarzenegger
Commencement Address
University of Southern California
May 15, 2009