Sunday, January 20, 2019
Falsafah Wong Jowo
Soale menungso kuwi sejatine mung kurang siji... Yoiku: NGOPI
NGOPI iku tegese (Ngolah Pikiran), mulo kopi iku rasane PAIT. Nanging sak pait-paite kopi.. isih iso digawe LEGI.
LEGI (Legowo ning ati) / Berlapang Dada Hatinya, carane kudu ditambahi GULO.
GULO (Gulangane Roso) / Mengelola Perasaan Baik, sing asale soko TEBU.
TEBU (Anteb Ning Kalbu) / Mantab Hatinya, banjur diwadahi CANGKIR.
CANGKIR (Nyancangne PiKIR) / Menguatkan Pikiran, trus disiram WEDANG.
WEDANG (Wejangan Sing Marahi Padang) / Nasehat Yang Menentramkan Hati, ojo lali di-UDHEG.
UDHEG (Usahane Ojo Nganti Mandeg) / Usaha Jangan Sampai Berhenti, anggone ngudheg nganggo SENDOK.
SENDOK (Sendhekno Marang Sing Nduwe Kautaman) / Pasrahkan Pada Yang Maha Kuasa, dienteni sithik ben rodo ADEM.
ADEM (Ati digowo Lerem) / Hati Jadi Tenang, njut bar kui lagi di-SERUPUT.
SERUPUT (Sedoyo Rubedo Bakal Luput) / Semua Godaan akan Terhindar.
Meniko Falsafahipun "NGOPI"
Sumonggo... Ngopiii ....☕
Friday, February 02, 2018
Wayward Pines
Genre: Thriller, Misteri, Fiksi Ilmiah
Berdasarkan:
Trilogi novel Wayward Pines
karya Blake Crouch
Jumlah Musim: 2
Total Episode: 20
Tayang: 2015–2016
Platform: FOX
Premis Awal
Seorang agen rahasia bernama Ethan Burke dikirim ke kota
kecil misterius bernama Wayward
Pines, Idaho, untuk menyelidiki hilangnya dua agen federal.
Setelah kecelakaan mobil, ia bangun dan menemukan dirinya terjebak di kota yang
tampaknya indah, namun penuh aturan aneh — seperti larangan berkomunikasi
dengan dunia luar, tidak boleh bertanya terlalu banyak, dan pengawasan total.
Musim 1 (2015) – Kebenaran
yang Mengejutkan
1. Kota Penuh Misteri
Ethan menyadari bahwa penduduk kota tampaknya tidak bisa pergi. Ia juga
menemukan bahwa kedua agen yang dicarinya — termasuk mantan kekasihnya, Kate Hewson — telah tinggal
lama di kota, seolah-olah tidak pernah hilang.
2. Aturan Ketat dan Hukuman Mati
Siapa pun yang mencoba keluar dari Wayward Pines atau mempertanyakan sistemnya
akan dieksekusi secara publik. Hukuman ini disebut sebagai
"reckoning".
3. Rekayasa Sosial dan Waktu
Akhirnya, terungkap bahwa Wayward
Pines bukan kota biasa. Kota ini adalah eksperimen rahasia oleh ilmuwan
gila namun jenius, Dr. David
Pilcher, yang membekukan manusia pilihan dari abad ke-21 untuk
"menyelamatkan umat manusia" dari kepunahan.
4. Dunia di Luar Kota Telah Berubah
Ethan akhirnya mengetahui bahwa dunia di luar kota telah hancur. Umat manusia
telah berevolusi menjadi makhluk liar bernama Abby (Aberrations), dan Wayward Pines berada di masa depan — lebih dari
2.000 tahun sejak peradaban manusia runtuh.
5. Pemberontakan dan Kejatuhan Sistem
Ethan memimpin pemberontakan melawan sistem otoriter Dr. Pilcher. Di akhir
musim, Ethan mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan penduduk kota dari
serangan Abby, tetapi sistem akhirnya diambil alih oleh generasi muda bernama First Generation.
Musim 2 (2016) – Revolusi
dan Sisa Peradaban
1. Kebangkitan Baru
Kota ini sekarang dipimpin oleh para remaja dari “First Generation” yang
bangkit sebagai rezim baru. Seorang dokter bedah bernama Theo Yedlin terbangun di kota
dan dijadikan tokoh kunci oleh pemerintahan baru.
2. Krisis Moral dan Etika
Theo mencoba mengungkap kebenaran dan kembali membawa nilai-nilai manusiawi. Ia
berhadapan dengan kepemimpinan tiranik yang percaya bahwa kontrol dan
penindasan adalah satu-satunya cara bertahan.
3. Ancaman dari Abby
Makhluk Abby berkembang semakin cerdas dan agresif. Muncul pemimpin Abby yang
tampaknya punya kecerdasan seperti manusia. Kota Wayward Pines menjadi semakin
terancam.
4. Akhir Terbuka
Musim berakhir dengan pilihan sulit: haruskah
umat manusia kembali "tidur" lagi untuk bertahan hidup,
atau melawan dan mencari cara baru hidup berdampingan dengan evolusi? Theo
mengorbankan dirinya untuk membekukan ulang para warga yang tersisa, berharap
suatu hari mereka bisa memulai kembali dengan cara yang lebih manusiawi.
Penutup
Wayward Pines adalah serial dengan suasana mencekam, penuh
kejutan, dan menggugah pertanyaan filosofis tentang identitas, kebebasan, dan harapan.
Jika Anda menyukai perpaduan antara "Twin
Peaks", "The
Prisoner", dan "Black
Mirror", maka Wayward Pines patut Anda simak.
Monday, July 10, 2017
Filosofi Sepasang Sepatu
Saturday, July 08, 2017
TNI dan Pengemis
Pengemis: Biasa aja tuh, hari ini saya udh makan 3x koq...
TNI: Loh...? uangnya cuman buat makan bapak doank? Anak dan istri di rumah makan apa?
Pengemis: Kayak orang susah aja..! Tadi pagi saya sekeluarga habis ngerayain ultah anak saya yang kelima di Mc. Donald bareng Guru2 & teman-teman sekolahnya. Siang ini istri dan anak saya barusan BBM saya, mereka lagi makan di Pizza HUT tau!
TNI: (sampai kebingungan dan berkata) Emang bapak ngemis 1 hari dapet berapa duit...?
Pengemis: Nih ya... Saya kasih tau...!
Saya ngemis dari jam 07.00 - 17.00
Lampu merah atau hijau waktunya 60 detik. Setiap 60 detik paling nggak saya bisa dapet 2.000 perak.
1 jam = 60 kali lampu merah/hijau
60 x 2.000 = 120.000 /jam
1 hari saya kerja 10 jam, 1 jam buat istirahat jadi 9 jam.
9 jam x 120.000 = 1.080.000/hari.
1 bulan saya kerja 26 hari.
26 hari x 1.080.000 total 1 bulan dapetnya rata-rata 28.080.000, kadang bisa dapet 30 juta lebih.
TNI: sampai kaget dan bengong mendengar cerita pengemis itu...?
Pengemis: (berkata) Emang mas jadi TNI, gaji per bulannya berapa...?
TNI: Rp 3.500.000 + Remun Rp. 1.800.000 total Rp. 5.300.000
Pengemis: Ijazah .....?
TNI: S1 + DIK MIL
Pengemis : Saya jadi prihatin dech lihat penderitaan Mas...! Pasti abis banyak duit ya mas buat Sekolah...?? Blom lagi kerja kena marah ama atasan, kepala mas isinya pasti penuh soal kerjaan mulu. Mending mas ngemis aja, biar kaya seperti saya. Saya ngemis udah 20 tahun, udah punya 2 mobil, Kartu Kredit Platinum, punya Apartemen, rumah di kawasan elite cluster.
TNI: ???!!!
Sebarkan tulisan ini, dipikir lagi kalau mau kasih uang ke pengemis karena akan membudayakan malas bekerja dan hina.
Mari kita kampanyekan ke masyarakat "STOP Memberi Uang Dijalan dan Lampu Merah" mulai hari ini...!!!
Jika ingin memberi sedekah mending masukkan Kotak Amal atau Panti Asuhan / Rumah Jompo.
Tulisan ini pastinya akan dibaca juga sama pengemis karena mereka sudah pada punya WA, FB, Line/BB/Path/iPhone...
Dilarang Sombong
Nama: diberi oleh Orang lain
Pendidikan: didapat dari Orang lain
Gaji: diterima dari Orang lain
Kehormatan: diberikan oleh Orang lain
Mandi pertama: dilakukan oleh Orang lain.
Mandi terakhir: dilakukan oleh Orang lain
Harta setelah meninggal: menjadi hak Orang lain
Pemakaman: dilakukan oleh Orang lain
Ternyata sejak lahir hingga meninggal kita selalu membutuhkan Orang Lain.
Kita mulai sadar bahwa hidup ini membutuhkan orang lain: DIMANA KEHEBATAN KITA
Ternyata, kita bukanlah siapa-siapa tanpa "ORANG LAIN".
Bersahabatlah dengan semua orang karena kita tidak tahu kapan kita membutuhkan bantuan mereka...
Thursday, September 15, 2016
Saturday, September 03, 2016
Sawang Sinawang
- Aku melihat hidup orang lain begitu nikmat,
Ternyata ia hanya menutupi kekurangannya tanpa berkeluh kesah... - Aku melihat hidup teman-temanku tak ada duka dan kepedihan,
Ternyata ia hanya pandai menutupi dengan mensyukuri... - Aku melihat hidup saudaraku tenang tanpa ujian,
Ternyata ia begitu menikmati badai ujian dalam kehidupannya... - Aku melihat hidup sahabatku begitu sempurna,
Ternyata ia hanya berbahagia "menjadi apa adanya"... - Aku melihat hidup tetanggaku beruntung,
Ternyata ia selalu tunduk pada Allah untuk bergantung... - Maka aku merasa tidak perlu iri hati dengan rejeki orang lain...
Mungkin aku tak tahu dimana rejekiku..
Tapi rejekiku tahu dimana diriku... - Dari lautan biru, bumi dan gunung, Tuhan telah memerintahkannya menuju kepadaku...
- Tuhan yang Maha pengasih menjamin rejekiku, sejak 9 bulan 10 hari aku dalam kandungan ibuku...
- Amatlah keliru bila berkeyakinan rejeki dimaknai dari hasil bekerja... Karena bekerja adalah ibadah, sedang rejeki itu urusan-Nya...
- Melalaikan kebenaran demi menghawatirkan apa yang dijamin-Nya, adalah kekeliruan berganda...
- Manusia membanting tulang, demi angka simpanan gaji, yang mungkin esok akan ditinggal mati...
- Mereka lupa bahwa hakekat rejeki bukan apa yang tertulis dalam angka, tapi apa yang telah dinikmatinya...
- Rejeki tak selalu terletak pada pekerjaan kita, sang Pencipta menaruh berkat sekehendak-Nya...
Ikhtiar itu perbuatan...
Rejeki itu kejutan... - Dan yang tidak boleh dilupakan, tiap hakekat rejeki akan ditanya kelak...
"Darimana dan digunakan untuk apa" Karena rejeki hanyalah "Hak Pakai", bukan "Hak Milik"...
