Monday, January 03, 2011

Bapak Tua dan Sandalnya

Suatu hari seorang bapak tua hendak menumpang bus. Pada saat ia menginjakkan kakinya ke tangga, salah satu sepatunya terlepas dan jatuh ke jalan. Lalu pintu tertutup dan bus mulai bergerak, sehingga ia tidak bisa memungut sepatu yang terlepas tadi. Si bapak tua itu dengan tenang melepas sepatunya yg sebelah dan melemparkannya keluar jendela.
Seorang pemuda yg duduk dalam bus melihat kejadian itu, dan bertanya kepada si bapak tua, "Aku memperhatikan apa yg Anda lakukan Pak. Mengapa Anda melemparkan sepatu Anda yg sebelah juga?" Si bapak tua menjawab, "Supaya siapapun yang menemukan sepatuku bisa memanfaatkannya."
Si bapak tua dalam cerita di atas memahami filosofi dasar dalam hidup - jangan mempertahankan sesuatu hanya karena kamu ingin memilikinya atau karena kamu tidak ingin orang lain memilikinya.
Kita kehilangan banyak hal di sepanjang masa hidup. Kehilangan tersebut pada awalnya tampak seperti tidak adil dan merisaukan, tapi itu terjadi supaya ada perubahan positif yang terjadi dalam hidup kita.
Kalimat di atas tidak dapat diartikan kita hanya boleh kehilangan hal-hal jelek saja. Kadang, kita juga kehilangan hal baik.
Ini semua dapat diartikan: Supaya kita bisa menjadi dewasa secara emosional dan spiritual, pertukaran antara kehilangan sesuatu dan mendapatkan sesuatu haruslah terjadi.
Seperti si bapak tua dalam cerita, kita harus belajar untuk melepaskan sesuatu. Tuhan sudah menentukan bahwa memang itulah saatnya si bapak tua kehilangan sepatunya.
Berkeras hati dan berusaha mempertahankannya tidak membuat kita atau dunia menjadi lebih baik. Kita semua harus memutuskan kapan suatu hal, suatu keadaan atau seseorang masuk dalam hidup kita, atau kapan saatnya kita lebih baik bersama yg lain.
Pada saatnya, kita harus mengumpulkan keberanian untuk melepaskannya.
Karena tiada badai yg tak berlalu.
Tiada pesta yg tak pernah usai.
Semua yg ada didunia ini tiada yg abadi.
Sumber: Copas

Wednesday, December 08, 2010

Code: JejerVertical

Untuk menjejerkan data-data pada cell di MS Excel seperti pada gambar diatas:

Function JejerVertical(r As Range, ByVal Delim As String) As String
Dim s As String
Dim i As Integer
s = ""
For i = 1 To r.Rows.Count
s = s & r.Cells(i, 1).Value & Delim
Next i
JejerVertical = s
End Function

Tuesday, November 23, 2010

Bila Engkau

Bila engkau baik hati, bisa saja orang lain menuduhmu punya pamrih;
tapi bagaimanapun, berbaik hatilah.
Bila engkau jujur dan terbuka, mungkin saja orang lain akan menipumu;
tapi bagaimanapun, jujur dan terbukalah.
Bila engkau mendapat ketenangan dan kebahagiaan, mungkin saja orang lain jadi iri;
tapi bagaimanapun, berbahagialah.
Bila engkau sukses, engkau akan mendapat beberapa teman palsu, dan beberapa sahabat sejati;
tapi bagaimanapun, jadilah sukses.
Apa yang engkau bangun selama bertahun-tahun, mungkin saja dihancurkan orang lain hanya dalam semalam;
tapi bagaimanapun, bangunlah.
Kebaikan yang engkau lakukan hari ini, mungkin saja besok sudah dilupakan orang;
tapi bagaimanapun, berbuat baiklah.
Bagaimanapun, berikan yang terbaik dari dirimu.
Pada akhirnya, engkau akan tahu bahwa ini adalah urusan antara engkau dan Tuhanmu. Ini bukan urusan antara engkau dan mereka.

Apa arti memaafkan itu??

Memaafkan adalah tindakan aktif seseorang untuk membangun kembali hubungan yang retak akibat kesalahan. Ada dimensi memaafkan dalam hidup ini.
  1. Memaafkan adalah tindakan tidak melupakan kesalahan namun dengan rendah hati menerima ia yang melakukan kesalahan dan tidak mengungkit kesalahan setelah kejadian tersebut.
  2. Memaafkan adalah tidak menghindari konflik. Konflik akan selalu terjadi dan harus dihadapi dan dicarikan jalan keluar dengan komunikasi.
  3. Memaafkan harus merupakan tindakan aktif membangun kebersamaan menuju perbaikan bersama.
  4. Memaafkan juga merupakan manifestasi dari pertobatan sehingga siap adanya konsekuensi dari kesalahan yang terjadi namun tetap menjunjung martabat manusia yang berharga tanpa embel-embel kesalahan yang ada.
Semoga kita boleh menjadi pemaaf dalam hidup dan berani minta maaf jika ada keteledoran.

Sunday, November 14, 2010

Menjadi sejenak bijak (M. Gandhi)

  1. Jadilah bagian dari perubahan yang ingin kamu saksikan di dunia ini.
  2. Ketika kamu berhadapan dengan musuhmu, taklukkan mereka dengan cinta.
  3. Tidak ada orang yang dapat menyakitiku tanpa izinku.
  4. Tidak ada kesia-siaan yang menguras tubuh kecuali kekhawatiran, dan orang yang punya keyakinan pada Tuhan seharusnya merasa malu kalau masih mengkhawatirkan sesuatu.
  5. Orang lemah tidak pernah bisa memaafkan. Memaafkan adalah sifat orang perkasa.
  6. Tanpa kekerasan adalah senjata milik orang yang perkasa.
  7. Apa pendapat saya mengenai kebudayaan barat? Saya kira itu adalah gagasan yang sangat baik.
  8. Bila kamu punya kebenaran, maka kebenaran itu harus ditambah dengan cinta, atau pesan dan pembawanya akan ditolak.

Tips menghadapi debu vulkanik

  1. Usahakan untuk tinggal di dalam rumah atau tempat pengungsian sebanyak mungkin, hal ini untuk meminimalkan paparan debu. Selain itu hindari aktivitas yang berat.
  2. Jika memiliki penyakit asma atau gangguan pernapasan lain, pastikan memiliki pasokan obat yang cukup dan pelajari manajemen bernapas. Jika timbul masalah pernapasan lain segera hubungi dokter.
  3. Usahakan untuk menghindari pintu atau jendela ketika akumulasi abu datang.
  4. Jika ingin keluar, gunakanlah masker wajah untuk mengurangi inhalasi partikel abu. Menggunakan masker memang bisa membuat napas menajdi lebih sulit, tapi ini penting untuk menghindari inhalasi abu.
  5. Jika tidak ada masker, gunakan sapu tangan, kain atau pakaian lain yang dapat menyaring partikel abu. Untuk meningkatkan efektivitasnya bisa membasahi kain dengan menggunakan air.
  6. Gunakan kacamata dan melepaskan lensa kontak yang untuk melindungi mata dari iritasi.
  7. Usahakan untuk selalu menggunakan baju lengan panjang dan juga celana panjang jika ingin bepergian atau membersihkan abu.
  8. Hati-hati saat mengonsumsi air minum, usahakan air yang dikonsumsi tidak terpapar atau tercemar abu vulkanik.
  9. Usahakan untuk menyiapkan pertolongan pertama seperti obat, minum, makanan dan pakaian ganti.
  10. Jika terkena luka bakar, cedera dan menghirup gas atau abu, segera minta bantuan medis untuk mendapatkan perawatan.
  11. Luka bakar yang timbul akibat abu vulkanik umumnya lebih dalam dan bisa mencapai otot, untuk itu diperlukan pertolongan segera agar luka bakar tidak semakin meluas yang dapat mengakibatkan kematian.